Sabtu, 09 April 2011

Antracol 70WP (Fungisida)

Grup :   Fungisida
Bahan Aktif : Propineb 70%
Ukuran Kemasan : 250g, 500g, 1kg
Antracol adalah fungisida yang memiliki  kerja cepat dan telah diproduksi serta dipasarkan di Indonesia selama lebih dari 30 tahun. Antracol sangat cocok untuk mengontrol  Phytophthora dan Alternaria untuk sayur-sayuran.  Antracol adalah kegiatan residu yang sangat baik.

Hasil yang baik telah dicapai oleh Antracol diantaranya adalah untuk mengatasi penyakit  leaf spot pada sayuran. Antracol dapat ditoleransi dengan baik oleh tanaman dalam konsentrasi tertentu.  Tidak ada bahaya terbentuknya resistensi (multi-site) / dapat berguna dalam program  anti-resistance untuk jenis patogen yang berbeda (downy mildew, Alternaria, scab dll).

Merupakan sumber zinc yang sangat baik bila terjadi kekurangan zinc pada banyak tanaman seperti kentang, tomat dan anggur.

Punya kompatibilitas phyto yang sangat baik untuk beragam tanaman, termasuk dalam tahap awal pertumbuhan tanaman.

Kelebihan Produk
? Bekerja efektif di segala musim (musim kering dan hujan)
? Cocok untuk diaplikasikan di dataran rendah atau tinggi
? Dapat diandalkan, telah menjadi pemimpin pasar selama 30 tahun
? Merupakan sumber elemen penting (zinc)
? Dapat ditoleransi oleh beragam tanaman, juga untuk tanaman yang usianya masih muda (dalam tahap awal pertumbuhan).

Antracol fungisida segala musim
Rekomendasi:
Tanaman
Masalah
Dosis
Aplikasi
Cabai Anthracnose
Colletotrichum capsici
3 g/l
Foliar spray, dengan volume air 500-1000 l/ha. Aplikasikan pada gejala yang timbul atau pada bagian tumbuhnya buah, dengan interval 7 hari. Campur dengan Folicur 25 WP untuk mendapatkan hasil lebih efektif (Antracol 3 g/l + Folicur 0.5 g/l)
Bawang merah Puple Blotch
Alternaria porri
3 g/l
Foliar spray, dengan volume air 500-1000 l/ha. Aplikasikan pada gejala yang timbul dengan interval 5-7 hari. Campur dengan Folicur 25 WP untuk mendapatkan hasil lebih efektif  (Antracol 3 g/l + Folicur 0.3 g/l).
Cabai Leaf Spot
Cercospora sp.
3 g/l
Foliar spray, dengan volume air 500-1000 l/ha. Aplikasikan pada gejala yang timbul atau pada bagian tumbuhnya buah, dengan interval 7 hari. Campur dengan Folicur 25 WP untuk mendapatkan hasil lebih efektif (Antracol 3 g/l + Folicur 0.5 g/l)
Tomat Late Blight
Phytophthora infestans
1.5-2.5 kg/ha
Foliar spray dengan volume air 750-1000 l/ha. Aplikasikan pada gejala yang timbul, dengan interval 5-7 hari atau tergantung level kerusakan. Antracol dapat dipergunakan hanya satu kali bila level infeksinya masih rendah, mediun atau dalam tahap vegetatif, namun bila sudah sampai tahap infeksi parah/ generatif, Antracol lebih baik dicampur dengan Melody Duo dengan takaran konsentrasi Antracol 3 g/l + Melody Duo 2-3 g/l.
Jeruk Powdery mildew
Oidium tingitaninum
2 g/l
Foliar spray, dengan volume air 500l/ha. Aplikasikan pada gejala yang timbul, dengan interval 5-7 hari
Anggur Downy mildew
Plasmopara viticola
1.5 - 3 g/l
Foliar spray, dengan volume air 600-800 l/ha. Aplikasikan pada gejala yang timbul dengan interval 4 hari.
Bawang Putih Purple Blotch
Alternaria porri
2-4g/l
oliar spray, dengan volume air 500-1000 l/ha. Aplikasikan pada gejala yang timbul dengan interval 5-7 hari. Campur dengan Folicur 25 WP 0.5 g/l untuk mendapatkan hasil maksimal.
Kacang Leaf Spot
Cercospora arachidicola, Cercospora personata
1.5 g/l
Foliar spray, dengan volume air 500l/ha. Aplikasikan pada gejala yang timbul, dengan interval 10 hari dan 3-4 kali aplikasi.
Lada Foot rot
Phytophthora palmivora
1.5 g/l
Foliar spray, dengan volume air 500-1000 l/ha. Aplikasikan pada gejala yang timbul dengan interval 5-7 hari.
Teh Blister blight
Exobasidium vexans
2 kg/ha
Foliar spray, dengan volume air 250-500 l/ha. Aplikasikan pada gejala yang timbul dengan interval 7 hari.
Tembakau Damping off
Pythium sp.
2 g/l
Foliar spray, dengan volume air 600-800 l/ha. Aplikasikan pada gejala yang timbul.
Kentang Late Blight
Phytophthora infestans

Foliar spray, dengan volume air 750-1000 l/ha. Aplikasikan pada gejala yang timbul, dengan interval 5-7 hari atau tergantung level kerusakan. Antracol dapat dipergunakan hanya satu kali bila level infeksinya masih rendah, medium atau dalam tahap vegetatif, namun bila sudah sampai tahap infeksi parah/ generatif, Antracol lebih baik dicampur dengan Pitora dengan takaran konsentrasi Antracol 2 g/l + Pitora 0.7 g/l.
Racun dan Info Keamanan

Keracunan LD50

Oral, rat : > 5000 mg/kg
Dermal, rat : > 5000 mg/kg

Peringatan Bahaya
Tidak ada bahaya yang diketahui.

Gejala Keracunan
Sakit kepala, jantung berdebar-debar, pusing, muntah dan muka pucat.

Penawar Racun
Belum diketahui

Pertolongan Pertama
Informasi Umum
Pindahkan korban dari daerah bahaya. Buka baju yang terkena racun.

Bila Terkena Kulit 
Segera cuci kulit dengan air dan sabun yang banyak.

Bila Terkena Mata
Bersihkan mata dengan air selama 15 menit. Segera konsultasikan dengan dokter mata.

Bila Tertelan
Segera telepon/panggil dokter.

Informasi Untuk Dokter
perawatan yang harus dilakukan: pertolongan dasar, dekontaminasi, perawatan pada gejala.


sumber : PT. Bayern Indonesia

3 komentar:

Unknown mengatakan...

salam kenal . apakah pungisida antracol ini juga bisa digunakan buat tanaman seledri .. mohon penjlasanya terima kasih ??

Agrotanicipanas mengatakan...

Artikel menarik, terima kasih sudah share artikel nya

Unknown mengatakan...

Antracol bisa pembesar umbi juga ya utk bawang merah?